Ibunda Tercinta
17 tahun kau menemaniku
Saat suka dan duka
hingga di suatu hari
Tuhan telah memanggilmu,ibu
Untuk kembali menemui-Nya
Hancur hati ini mendengarnya, ibu
Aku belum bisa membahagiakanmu
Engkau seindah bunga
Bunga teratai terindah yang pernah kumiliki
Meskipun mahkotamu telah layu
Tapi kau tak pernah layu dihatiku, ibu
Tangan dan belaianmu selembut awan
Yang selalu mengusap air mata ini
Ketika air mata ini jatuh
Sudah lama engkau pergi
Apakah kau tak rindu padaku, ibu
Suaramu bagaikan simfoni yang indah
Yang tidak dimiliki siapapun di dunia ini
Takkan mampu kutuliskan
Segala curahan rindu ini kepadamu, ibu
Yogyakarta,16 April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar