DISCLAIMER

DISCLAIMER! DILARANG COPY PASTE ! Seluruh isi karya, termasuk cerita, kutipan, dan puisi dalam platform ini adalah hasil karya fiksi dan imajinasi penulis. Segala kesamaan nama tokoh, tempat, situasi, maupun peristiwa dengan dunia nyata hanyalah kebetulan semata. Karya ini dibuat untuk tujuan ekspresi kreatif, hiburan, dan refleksi, bukan untuk menyerang, menyindir, atau merugikan pihak mana pun. Penafsiran atas isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Senin, 20 November 2023

Ibunda Tercinta

 

Ibunda Tercinta

17 tahun kau menemaniku

Saat suka dan duka

hingga di suatu hari

 

Tuhan telah memanggilmu,ibu

Untuk kembali menemui-Nya

Hancur hati ini mendengarnya, ibu

Aku belum bisa membahagiakanmu

 

Engkau seindah bunga

Bunga teratai terindah yang pernah kumiliki

Meskipun mahkotamu telah layu

Tapi kau tak pernah layu dihatiku, ibu

 

Tangan dan belaianmu selembut awan

Yang selalu mengusap air mata ini

Ketika air mata ini jatuh

 

Sudah lama engkau pergi

Apakah kau tak rindu padaku, ibu

Suaramu bagaikan simfoni yang indah

Yang tidak dimiliki siapapun di dunia ini

 

Takkan mampu kutuliskan

Segala curahan rindu ini kepadamu, ibu

Yogyakarta,16 April 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dandelion

 In a barren soil, you grew quietly Dancing with the breeze, challenge with the night You're not roses, nor jasmines But your vitality n...